A. Definisi
Anemia adalah gejala dari kondisi yang mendasari, seperti kehilangan komponen darah, elemen tak adekuat
atau kurangnya nutrisi yang dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah, yang
mengakibatkan penurunan kapasitas pengangkut oksigen darah (Doenges, 1999).
Anemia adalah istilah yang menunjukan rendahnya
hitungan sel darah merah dan kadar hemoglobin dan hematokrit di bawah normal
(Smeltzer, 2002 : 935).
Anemia
Hipovolemik merupakan kondisi medis atau bedah dimana terjadi kehilangan cairan
dengan cepat yang berakhir pada kegagalan beberapa organ, disebabkan oleh volume sirkulasi yang tidak
adekuat dan berakibat pada perfusi yang tidak adekuat.
Paling sering, syok hipovolemik
merupakan akibat kehilangan darah yang cepat (syok hemoragik). Kehilangan darah
dari luar yang akut akibat trauma tembus dan perdarahan gastrointestinal yang
berat merupakan dua penyebab yang paling sering pada syok hemoragik. Syok
hemoragik juga dapat merupakan akibat dari kehilangan darah yang akut secara
signifikan dalam rongga dada dan rongga abdomen.
Dua penyebab utama kehilangan darah
dari dalam yang cepat adalah cedera pada organ padat dan rupturnya aneurisma
aorta abdominalis. Syok hipovolemik dapat merupakan akibat dari kehilangan
cairan yang signifikan (selain darah).
Dua contoh syok hipovolemik yang
terjadi akibat kehilangan cairan antara lain gastroenteritis refrakter dan luka
bakar yang luas.
B.
Etiologi
Hipovolemik
yang dapat disebabkan oleh hilangnya cairan intravaskuler,misalnya terjadi pada :
1. Kehilangan
darah atau syok hemoragik karena perdarahan yang mengalir keluar tubuh seperti
hematotoraks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar